Sudah pasti tahu sama salah satu beladiri unik yang bernama Capoeira ‘kan? Gerakan beladiri yang jika dilihat sekilas kebanyakan memamerkan gerakan tendangan, tarian, dan akrobatik ini memang sudah banyak banget di-film-kan di luar negeri sana.
Olahraga beladiri ini biasanya dimainkan dalam sebuah lingkaran atau “Roda” (baca: hoda) sambil diiringi musik etnik bernama “berimbau” dan sesekali juga diiringi oleh nyanyian. Masing-masing dai mereka seakan bertarung , saling memamerkan teknik-teknik gerakan yang mereka kuasai. Memang sih jika orang awam yang melihatnya, Capoeira ini lebih terlihat seakan-akan pertunjukan seni tarian/akrobatik daripada bela diri. Jelas saja, dibandingkan dengan bela diri lain seperti boxing, karate, dll yang terkesan keras, Capoeira ini sungguh sangat cocok jika dibilang unik.
Capoeira yang berasal dari negeri Brazil ini memang nggak hanya mengajarkan tentang beladiri saja. Tapi daripada dikatakan beladiri, Capoeira kayaknya lebih tepat disebut sebagai “budaya”. Kenapa begitu? Yups, karena selain mengajarkan tentang pertahanan diri, di dalam setiap ajaran Capoeira juga memiliki banyak hal lain seperti musik, nyanyian, filosofi, dan berbagai nilai-nilai tentang kehidupan. Hal inilah yang menjadi awal dari ketertarikan anak-anak muda yang tergabung dalam Ukm Capoeira Madura (Universitas Trunojoyo Madura) ini untuk belajar Capoeira.
Komunitas yang sudah ada sejak tahun 2009 lalu ini merupakan satu-satunya komunitas Capoeira yang ada di Madura. Kebanyakan peminatnya pun berasal dari kalangan anak sekolah dan mahasiswa.




























































































